Humas Pemda Berau

Portal Berita Resmi Humas Pemda Berau

Popular Post


16 SMP Siap Laksanakan UNBK

Posted by On February 19, 2019

Wakil Bupati Agus Tantomo meninjau pelaksanaan UNBK pada tahun 2018 lalu.
Saat ini, 16 SMP siap melaksanakan UNBK.
Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun 2019 di Kabupaten Berau mengalami perkembangan signifikan. Pada tahun 2018 lalu, pelaksanaan UNBK hanya dilakukan pada 5 SMP, sementara di 2019 ini bertambah menjadi 16 SMP.
16 SMP ini dipastikan telah siap melaksanak UNBK pada tanggal 22 hingga 25 April mendatang. Saat ini Dinas Pendidikan masih melakukan beberapa pembenahan fasilitas untuk pelaksanaannya nanti.
Kepala Dinas Pendidikan, Murjani didampinggi Kepala Bidang SMP, Rijal menyampaikan bahwa pada pelaksanaan UNBK tahun ini akan diikuti oleh 56 SMP dan MTS yang dibagi dalam 12 sub rayon. Sementara dari total tersebut hanya 16 saja yang telah siap untuk pelaksanaan UNBK. Sisanya 40 masih melakukan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP). Sementara untuk jumlah siswa yang akan melaksanakan ujian pada tahun ini berjumlah 4170. Mengalami penambahan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berjumlah 3719.
Murjani mengatakan bahwa Dinas Pendidikan akan berupaya dalam memenuhi fasilitas ini kedepannya. Targetnya, seluruh SMP di Berau sudah dapat melaksanakan UNBK ini. “Bertahap lah kita penuhi. Saat ini sudah ada 16, tahun depan kita harapkan bisa lebih banyak lagi. Pada tahun ini ada 13 SMP yang kita bantu penuhi fasilitas komputernya,” ujarnya.
Dalam mendukung program ini, Murjani menyampaikan bahwa Disdik sedang berupaya untuk melengkapi sarana dan prasarana pendukung. Selain fasilitas komputer, sarana pendukung lainnya juga yang menjadi perhatian, seperti modem internet. Dimana dari pelaksanaan UNBK SMP yang digelar sebelumnya, para siswa harus dibantu dengan modem internet. “Kita fokus dulu dari empat kecamatan terdekat, kemudian dilanjutkan ke kecamatan lainnya,” katanya.

Untuk persiapan pelaksanaan ujian ini, Murjani mengatakan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan mengundang seluruh kepala sekolah. Pemantapan akan dilakukan kembali dengan kepala sekolah sebelum hari H pelaksanaan. Sehingga diharapkan pelaksanaan nantinya bisa berjalan lancar dan tanpa kendala. “Dalam pertemuan nanti akan dibahas banyak hal. Yang pasti kesiapan harus kita matangkan lagi. Kita harap pada tahun ini seluruh pelajar yang mengikuti ujian bisa lulus dengan baik,” pungkasnya. (hms5)
Bupati Sampaikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran

Posted by On February 19, 2019

Bupati sampaikan bantuan kepada korban kebakaran
Kepedulian kepada para korban yang tertimpa musibah kebakaran di Jalan Milono terus mengalir. Sejumlah bantuan dari beberapa pihak disalurkan untuk meringankan beban para korban ini. Pemerintah Kabupaten Berau pun turut serta untuk membantu para korban ini.

Secara simbolis, bantuan dari sejumlah pihak ini diserahkan oleh Bupati Muharram pada Senin (18/2) sore di posko penampungan sementara. Sebanyak enam masyarakat yang menjadi korban dalam musibah ini mendapatkan bantuan. Bantuan yang diberikan berupa sembako, pakaian, alat-alat sekolah serta kebutuhan lainnya. Secara pribadi, Muharram juga memberikan bantuan berupa uang tunai kepada para korban.

Sebelum menyampaikan bantuan ini, Bupati Muharram memberikan motivasi kepada para korban. Disampaikannya agar para korban yang terkena musibah ini harus bisa bangkit kedepannya. Ia menegaskan bahwa musibah yang terjadi ini merupakan takdir yang harus bisa diterima dengan lapang dada. Sehingga tidak menyalahkan kondisi yang terjadi, apalagi sampai stress memikirkannya. “Kita terima ini sebagai bentuk pelajaran yang sangat berharga. Tetap tabah dan sabar. Masih ada waktu bagi kita untuk bangkit kembali,” ucapnya.

Ia menyampaikan bahwa kondisi ini sudah masuk dalam rencana Allah SWT. Diharapkan agar para korban bisa dengan iklas menerimanya dan tidak langsung putus asa. Karena menurutnya, dibalik musibah yang terjadi ini, ada hikmah yang bisa diambil. “Saya yakin ada rencana yang lebih baik kepada para korban. Percayai itu dan selalu beribadah. Jangan kita menyalahkan Tuhan. Yang berusaha tetap jalan, yang sekolah juga harus sekolah,” ajaknya.

Muharram mencontohkan kejadian yang terjadi di Palu dan Lombok. Dimana banyak korban jiwa yang jatuh pada musibah tersebut. “Kita ini masih diberikan kesempatan. Sehat semua dan tetap bisa menjalankan aktivitas. Jadi mari kita tetap bersyukur dan bekerja keras lagi,” tegasnya.


Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran untuk membantu para korban ini. Bantuan yang diberikan nantinya berupa uang tunai kepada para pemilik rumah sesuai dengan kerugian yang terjadi. “Meskipun tidak penuh tapi sedikitnya bisa membantu untuk membangun pondasi rumah lah. Nanti kita akan minta datanya dari Ketua RT, siapa saja yang menjadi korban untuk digantikan. Pemerintah daerah pun menyampaikan prihatin atas musibah ini,” pungkasnya. (hms5)
 PMI Akan Segera Dibenahi

Posted by On February 19, 2019

Ketua PMI Berau, Agus Tantomo melakukan evaluasi di markas PMI, Senin (18/2) kemarin
Setelah dilantik beberapa waktu lalu, Ketua PMI Berau, Agus Tantomo langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan pembenahan organisasi. Targetnya kedepan dengan pembenahan ini akan menjadikan PMI sebagai organisasi yang lebih dekat kepada masyarakat.

Sebelum dibenahi, Agus Tantomo melakukan peninjauan ke markas PMI di Jalan Pulau Panjang depan RSUD Abdul Rivai, Senin (18/2) kemarin. Dalam peninjauan ini, ia bersama dengan sejumlah pengurus PMI melihat kondisi yang ada di markas PMI. Apa saja yang perlu dibenahi sekaligus kekurangan fasilitas yang akan ditambahi.

Satu per satu ruangan di cek serta pelayanan yang dilakukan PMI selama ini. Begitu juga dengan fasilitas pendukung seperti mobil ambulance, kendaraan operasional serta alat-alat kesehatan lainnya. Sistem pengelolaan keuangan juga menjadi salah satu perhatian yang menjadi perhatian dirinya.

Usai peninjauan ini, Agus Tantomo menyampaikan bahwa dirinya ingin membuat PMI sebagai organisasi yang lebih dekat kepada masyarakat. Jadi tidak hanya sekedar melakukan donor darah saja, tapi lebih berkembang terhadap pelayanan sosial lainnya. “Saya juga ingin kalau masyarakat yang masuk ke sini itu merasa senang. Ruangannya rapi dan bersih serta pelayanan juga maksimal. Jadi tidak ada yang mengeluh setelah keluar dari PMI,” katanya.

Selain itu disampaikannya, PMI selama ini mendapatkan bantuan operasional dari pemerintah daerah. Agus menegaskan bahwa bantuan yang telah diberikan ini harus dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan pemakaian yang telah dilakukan. Sehingga ada kepercayaan penuh dari pemerintah setelah diberikan bantuan ini. “Setiap sen yang dibantu harus bisa dilaporkan secara professional. Saya mau kedepannya system pelaporan ini bisa menggunakan komputerisasi, jadi tidak lagi menggunakan kuitansi manual,” jelasnya.


PMI ditegaskan harus dapat bergerak cepat jika ada suatu persoalan yang terjadi di masyarakat. Seperti pada saat musibah kebakaran di Jalan Milono. Ia mengatakan bahwa PMI langsung turun ke lokasi untuk memberikan bantuan baik berupa tenaga, obat-obatan maupun sembako. “Ini menjadi fungsi yang harus kita jalankan dengan penuh tanggung jawab. Cepat tanggap dan respon sebagai organisasi sosial,” pungkasnya, (hms5)
Wabup Turun Langsung Ke Lokasi Kebakaran

Posted by On February 18, 2019

Ketua PMI Berau, Agus Tantomo didampinggi Kepala BPBD, Thamrin meninjau lokasi kebakaran

Ketua PMI Berau, Agus Tantomo yang juga Wakil Bupati Berau turun langsung meninjau musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Milono Gang Jeruk RT 11. Gerak cepat langsung dilakukan seluruh pihak untuk membantu para korban yang tertimpa musibah. Pasalnya dalam kejadian ini ada enam rumah yang hangus dilahap si jago merah.

Di lokasi Agus bersama tim dan para relawan lainnya membantu masyarakat dan petugas BPDB Berau serta polisi untuk memadamkan api sekaligus mengangkati barang-barang masyarakat yang masih bisa diselematkan.

Selama satu jam penuh petugas dan relawan bahu membahu untuk memadamkan kobaran api yang terus membesar akibat angin kencang. Kerja keras seluruh pihak pun berhasil memadamkan api. Namun, enam rumah masyarakat tidak dapat terselematkan.

“Kita antisipasi agar api tidak menyebar ke rumah-rumah sekitarnya. Karena kondisi rumah di sini berdekatan dan seluruhnya berbahan kayu. Kalau saja kena satu pasti akan menyebar. Berutung rumah lainnya bisa terselamatkan,” ujar Kepala BPBD Berau, Thamrin di lokasi.

Dalam musibah ini, BPBD menurunkan seluruh personel serta 5 unit mobil pemadam. Dengan dibantu masyarakat dan relawan lainnya, api berhasil dipadamkan dengan cepat. “Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui. Begitu juga dengan kerugian material. Yang jelas tidak ada korban jiwa pada kejadian ini,” katanya.

Sementara Ketua PMI Berau, Agus Tantomo yang ditemui di lokasi menyampaikan bahwa setelah mendapat informasi musibah kebakaran ini, ia langsung menurunkan relawan PMI untuk membantu para korban. Di lokasi juga didirikan tenda penampungan sementara, mengingat rumah masyarakat terbakar seluruhnya. “Ada beberapa tenda darurat yang kita bangun. Sementara masyarakat yang jadi korban bisa tidur di sini,” jelasnya didampingi Sekretaris Daerah, M Gazali.

Tak hanya itu saja, bantuan berupa sembako pun diberikan di tenda penampungan sementara. “Ada beberapa bantuan yang kita berikan seperti beras, air mineral, telur, mie instan. Kita harap ini bisa meringankan beban korban sementara yang kehilangan tempat tinggal. (hms5)
Pemkab Dukung Program TNI AU

Posted by On February 18, 2019

Pemerintah Kabupaten Berau memberikan dukungan terhadap
program penguatan pertahanan udara yang akan dilakukan TNI AU
Rencana pembangunan pangkalan militer yang akan dilakukan oleh TNI AU mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Berau. Mengingat Berau merupakan daerah perbatasan sehingga perlu dirasa untuk diperkuat dari sisi pertahanan.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Muharram usai menerima kunjungan dari Mabes TNI AU dan Komando Operasi TNI AU II Pangkalan TNI AU Dhomber Balikpapan pada Jumat (15/2) lalu.

Menurut Muharram, saat ini sudah banyak pertahanan militer yang beroperasi di Berau, baik dari sisi pertahanan darat dan laut. Dengan kehadiran TNI AU nantinya bakal melengkapi pertahanan yang ada. Sehingga pemerintah akan memberikan dukungan penuh agar rencana pembangunan ini dapat terealisasi.

“Ini jadi pertahanan negara. Dan Berau dianggap layak sebagai lokasi ini. Kita juga merasa terlindungi secara preventif, ketika di sini ada Skuadron, Armed dan nanti ada lagi AU, saya kira semakin memfilter Berau yang menjadi daerah perbatasan,” jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan menunggu arahan selanjutnya untuk program ini. Apa saja yang menjadi kebutuhan dan masih bisa dibantu maka pemerintah daerah siap mendukung. “Saya kira dunia usaha pun bisa kita libatkan untuk mendukung program ini,” katanya.

Dalam program ini, TNI AU berencana akan menempatkan pesawat tempur di Bandara Kalimarau. Diungkapkan Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, Kolonel Penerbangan TNI AU Irwan Pramuda penempatan pesawat tempur di Berau dikatakannya untuk mencegah serangan musuh yang bisa muncul dengan tiba-tiba, terlebih Berau merupakan salah satu kawasan perbatasan dengan negara lain seperti Malaysia dan Filipina.

“Ini merupakan bentuk antisipasi kita akan ancaman dari wilayah utara. Jika sewaktu-waktu terjadi eskalasi (konflik), kita sudah siap dengan pesawat tempur itu,” katanya.

Bersama para petinggi dari Mabes TNI lain, Irawan mengatakan kalau pihaknya telah meninjau Bandara Kalimarau. Dengan tersediaanya apron, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), bandara kebanggan masyarakat Bumi Batiwakkal itu layak untuk ditempatkan penempatan pesawat tempur jenis Sukhoi dan F-16.

"Sudah layak, tapi tetap perlu penambahan kecil saja. Untuk di Berau nanti mungkin akan ditempatkan 4 atau 5 pesawat," pungkasnya. (hms5)
Wabup Ajak Masyarakat Berantas Pekat

Posted by On February 18, 2019

Wabup Agus Tantomo ikut serta dalam pelaksanaan rajia gabungan
memberantas pekat beberapa waktu lalu
Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo mengajak seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan untuk memberantas penyakit masyarakat, seperti narkoba, prostitusi dan minuman keras. Dengan bersatunya seluruh elemen masyarakat maka bentuk penyimpangan sosial seperti ini dapat dihapuskan.

Dalam hal ini, Agus menjabarkan bahwa penyakit-penyakit masyarakat yang selama ini terjadi merupakan bentuk penyimpangan sosial yang harus dihilangkan di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, penyakit masyarakat ini jika dibiarkan terus menerus akan menjadi virus yang dapat menghancurkan kestabilan daerah. “Kalau kita lihat sekarang ini sudah mulai berkurang, kita harap kondisi ini dapat bertahan seterusnya,” tegasnya.

Bentuk kerja sama yang diharapkan kepada masyarakat dalam memberantas pekat ini, kata Agus dapat berupa informasi kepada petugas keplosian. Jika menemukan ada kegiatan-kegiatan penyimpangan sosial di lingkungan sekitar harus segera melaporkan kepada pihak yang berwajib. “Berikan informasi kepada petugas, seperti tempat kos yang sering dipakai untuk melakukan tindakan asusila. Ini merupakan bentuk kerja sama yang bisa kita jalin, dengan memulai dari lingkungan sekitar kita kalau ada hal yang mencurigakan,” ujarnya.

Kemudian untuk pemberantasan narkoba, Agus menegaskan, para pemakai narkoba dapat segera menyerahkan diri kepada petugas kepolisian. Ia mengatakan, jika para pemakai ini memiliki kesadaran untuk melaporkan diri maka tindakan hukum tidak akan diambil oleh pihak kepolisian. Tindakan yang akan dilakukan akan dirubah dalam bentuk pembinaan kepada para pemakai barang haram ini. “Tapi jika para pemakai ini tidak menyerahkan diri namun ditangkap maka proses hukum akan dilakukan. Jadi lebih baik menyerahkan diri saja, jangan sampai harus ditangkap paksa,” ucapnya.

Ia menilai, peredaran narkoba saat ini sangat memprihatinkan. Perkembangan narkoba ini tidak hanya mencakup kalangan tertentu saja, namun sudah menyebar hingga ke anak-anak remaja. Dan ini yang harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, jangan sampai generasi penerus bangsa harus berujung di balik jeruji besi, sehingga tidak ada lagi yang meneruskan pembangunan daerah. “Sebagian besar yang ada di Lembanga Permasyarakatan itu adalah kasus narkoba. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama untuk dikurangi,” pungkasnya. (hms5)