Humas Pemda Berau

Portal Berita Resmi Humas Pemda Berau

Popular Post




Berau Raih 5 Panji Keberhasilan Pembangunan

Posted by On Januari 09, 2018

Bupati Berau, Muharram, menerima panji keberhasilan pembangunan dari Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak pada upacara HUT ke 61 Provinsi Kaltim di Stadion Sempaja Samarinda
Pemerintah Kabupaten Berau menerima lima panji keberhasilan pembangunan  dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Panji keberhasilan pembangunan diserahkan langsung Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak kepada Bupati Berau, Muharram, pada upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke 61 Provinsi Kalimantan Timur di Stadion Sempaja Samarinda, Selasa (9/10) kemarin. Lima panji keberhasilan pembangunan masing masing bidang kelautan dan perikanan, bidang pemberdayaan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintah desa, bidang kesejahteraan rakyat, bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak kategori kabupaten, serta panji dibidang pariwisata kategori kabupaten.
Selain panji keberhasilan pembangunan, Pemerintah Kabupaten Berau juga menerima anugerah terbaik kedua dan ketiga yang diserahkan di malam anugerah Kaltim Award 2018 di Pillanary Hall Sempaja, Senin (8/1) malam. Anugerah diterima diantaranya peringkat kedua bidang kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah kategori kabupaten, bidang pembangunan peternakan, bidang kehutanan, bidang perdagangan, bidang pelayanan terpadu satu pintu, serta bidang kebudayaan kategori kabupaten. Peringkat ketiga diraih bidang pembangunan Hukum dan HAM, serta bidang lingkungan hidup.
Dimalam anugerah Kaltim Award, Kabupaten Berau juga menerima penghargaan peringkat pertama posyandu terbaik yang diraih Posyandu Kampung Pandan Sari Kecamatan Segah. Selain itu juga diterima penghargaan terbaik ketiga lomba kampung terbaik dan kepala kampung berprestasi yang diraih kampung Giring Giring Kecamatan Biduk Biduk. Serta penghargaan peringkat pertama pelajar pelopor keselamatan lalulintas dan angkutan jalan yang diraih Khairul Akbar, pelajar SMA Negeri 2 Berau.
Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, mengungkapkan pemberian penghargaan panji keberhasilan pembangunan kepada pemerintah kabupaten dan kota sebagai upaya efektif mendorong daerah untuk terus bangkit membangun daerahnya masing masing. Penganugerahan penghargaan disampaikannya menjadi momentum untuk terus bertekad bersama membangun Kalimantan Timur yang maju dan sejahtera.
Gubernur Awang Faroek Ishak, juga memaparkan capaian keberhasilan pembangunan yang telah diwujudkan di Kalimantan Timur. Provinsi Kaltim ditegaskannya harus terus optimis menghadapi tantangan dengan bekerja keras dan bekerja cerdas. Pembangunan hingga ke daerah daerah perbatasan ditegaskannya terus diwujudkan dan menjadi prioritas Pemerintah Provinsi kaltim.
Sementara Bupati Berau, Muharram, mengungkapkan Kabupaten Berau pada tahun ini dengan meraih lima panji keberhasilan pembangunan berada diurutan keempat dari 10 kabupaten dan kota setelah Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Samarinda. Penghargaan ini diakuinya menurun dari tahun sebelumnya karena ada beberapa bidang yang pada tahun ini menerima peringkat kedua. “Saya kira ini harapan kita kedepan menjadi motivasi kita untuk kembali dan terus berinovasi, bekerja optimal untuk tahun 2018 ini agar paling tidak kita bisa mempertahankan peringkat tiga besar kembali,” ungkapnya.

Penerimaan panji keberhasilan pembangunan ini juga menjadi evaluasi agar kedepan lebih membangun kekompakan kerja dan lebih mencoba mengetahui apa apa saja yang menjadi kriteria masing masing bidang. Sehingga upaya pembenahan dapat terus dilakukan dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi dapat bekerja lebih optimal dengan capaian penilaian yang lebih baik. “Sebab saya melihat kita sudah termasuk bagus dan baik, karena masuk dalam empat besar dari 10 kabupaten kota, meskipun masih tetap harus ada pembenahan dimasa masa yang akan datang,” tandasnya. (hms4)
Pembangunan Pelabuhan Mantaritip Dilanjutkan Tahun Depan

Posted by On Januari 03, 2018

Wakil Bupati Berau Agus Tantomo meninjau progres pembangunan jalan dari Tanjung Redeb menuju Pelabuhan Mantaritip, Kecamatan Sambaliung.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berupaya memaksimalkan sumber-sumber pendapatan daerah dalam mendukung pembangunan di Bumi Batiwakkal ini.
Banyaknya investor yang menanamkan modalnya bakal memicu perputaran ekonomi yang sangat cepat hingga memberikan pendapatan bagi daerah. Langkah Pemkab dalam menarik investor ini terlebih dahulu dilakukan pemenuhan fasilitas pendukung, salah satunya adalah pelabuhan ekspor-impor.
Wakil Bupati Berau Agus Tantomo mengatakan pelabuhan merupakan pendukung utama dalam memancing investor masuk Berau. Dengan adanya pelabuhan ini maka arus keluar-masuk produk dari Berau akan lebih cepat dan memberikan kemudahan bagi investor dalam menjalankan usahanya.
“Jadi kita kejar terus agar pelabuhan Mantaritip bisa cepat selesai, karena ini akan menjadi pertimbangan bagi investor untuk berinvestasi di Berau,” katanya.
Ia menilai, dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, selain dari sisi perluasan lapangan kerja, hal yang sangat penting juga adalah membuka peluang investasi. Dengan percepatan pengoperasian pelabuhan Mantaritip tersebut, maka peluang investasi juga terbuka lebar. Beroperasinya dermaga ini akan membuat kawasan sekitar menjadi sentra industri.
“Kita harapkan dapat mendorong perekonomian Kabupaten Berau dan menopang keberadaan pelabuhan yang ada di Tanjung Redeb,” ujarnya.
Dalam pertemuan terakhir dengan Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu, diketahui bahwa pembangunan dermaga ini akan dilanjutkan tahun depan. Dalam lanjutan pembangunan Pelabuhan Mantaritip, tidak hanya dilakukan pemerintah pusat. Namun Pemkab Berau juga diminta untuk segera menuntaskan pembangunan jalan peti kemas menuju pelabuhan tersebut. Sehingga pembangunan pelabuhan dan akses jalan dapat dikerjakan bersamaan.
Pada tahap awal, luas sisi darat yang dibutuhkan untuk membangun terminal dan fasilitas pendukung pelabuhan Mantaritip berkisar 2 hektare dan sudah disiapkan Pemkab Berau. Namun dalam rangka pengembangan, termasuk mendukung kawasan industri, dibutuhkan luasan sisi darat sekitar 40 hektare yang memang harus disiapkan secara bertahap.
Dalam pengembangan jangka panjang, Kementerian Perhubungan tidak hanya melanjutkan pembangunan pelabuhan yang sudah ada saat ini. Tetapi juga merencanakan pembangunan dermaga yang lebih besar pada kawasan yang sama. Hal ini seiring dengan posisi pelabuhan yang strategis di Kabupaten Berau serta kemudahan akses ke beberapa daerah lain di sekitarnya.
“APBN sudah siapkan sisi laut dan darat, kalau kita berkewajiban untuk pembangunan jalan. Kita juga sudah rencanakan membuat jalan bypass dari Tanjung Redeb ke sana (Mantaritip,red.) yang sebelumnya 67 kilometer akan dipotong menjad 35 kilometer saja,” jelas wabup.(hms5)
Bupati Apresiasi Pengelola Pasar Senja

Posted by On Januari 03, 2018

Bupati Muharram menyerahkan potongan tumpeng pertama kepada Ketua Pasar Senja Supriyadi.
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pasar Senja di Sei Bebanir Bangun yang ke II berlangsung dengan meriah, Senin (1/1). Peringatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Muharram serta sejumlah FKPD. Dalam pelaksanaan tersebut orang nomor satu di Bumi Batiwakkal ini memberikan apresiasi kepada pengelola pasar.
Bupati Muharram menyampaikan apa yang telah dilakukan para pengelola ini telah memberikan manfaat sangat besar dalam memacu roda perekonomian di masyarakat. Menurutnya perkembangan pasar senja telah memberikan dampak positif khususnya bagi masyarakat sekitar. “Perjalanan dua tahun ini bisa membuat ekonomi di sini berkembang,” jelasnya.
Diharapkan kedepan pihak pengelola bisa menunjukan kreatifitasnya dan inovasi dalam mengelola pasar tersebut. Seperti penambahan tempat kuliner ataupun jenis usaha lainnya yang bisa memancing lebih banyak pengunjung ke sana. Tentu hal ini akan semakin memberikan dampak bagi setiap pedagang.
Ia menilai hal-hal seperti ini sangat diperlukan di tengah perekonomian yang sedang lesu saat ini. Dengan membuat hal baru yang dapat memacu perekonomian masyarakat. Tentu ini akan sangat membantu pemerintah daerah terutama dalam mengurangi kemiskinan dan pengangguran. “Kita bisa meniru apa yang telah sukses dilakukan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut Bupati Muharram juga menyampaikan bahwa pemerintah akan berupaya kembali untuk membangun pasar tersebut. Dimana pada tahun 207 ini pembangunan belum bisa dilakukan karena persoalan administrasi. “Jadi selain di sini ada tiga lokasi lagi yang rencananya akan dibangun yaitu pasar di Labanan, Merancang dan Rantau Panjang. Kita harap semuanya berjalan sesuai rencana,” ungkapnya.
Sesuai dengan tema dalam peringatan ini ‘Berbagi Meraih Berkah’ panitia menyediakan hasil-hasil pertanian dari para petani untuk dibagikan kepada pengunjung yang hadir. Hal ini pun menjadi ciri tersendiri yang bisa memberikan nilai tambah bagi pasar senja. “Saya harap ini bisa dipertahankan dan tetap kompak selalu. Selamat ulang tahun pasar senja ke 2,” pungkasnya.(hms5)
Disdik Berau siap menindaklanjuti gagasan pembentukan Sekolah Alam di Berau, dalam waktu dekat.

Posted by On Desember 30, 2017

Jajaran Disbudpar saat bertemu para operator speedboat di Dermaga Jalan pulau Derawan.
Sejak libur panjang pasca-perayaan Natal dan menjelang pergantian tahun 2017, pengunjung yang datang dari berbagai pintu masuk ke obJek wisata di Kabupaten Berau, terus mengalir. Sementara di objek wisata tersebut hampir seluruh penginapan atau resor maupun homestay dilaporkan sudah terisi penuh.
========
BANYAKNYA pintu masuk akses menuju objek wisata membuat petugas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau sedikit kewalahan. Selain karena jarak yang jauh serta lokasi yang hampir merata di tiap kecamatan. Tak ada pilihan lain, kecuali melakukan koordinasi dengan semua pihak yang terlibat dengan kegiatan pariwisata.
Salah satunya adalah para operator/motoris speedboat dan angkutan laut lainnya baik yang menunggu di dermaga yang ada di Tanjung Redeb maupun di Tanjung Batu. Sebab, wisatawan bukan hanya ingin melakukan perjalanan dengan rasa nyaman, namun juga mereka telah mengatur besaran pengeluaran wisata mereka. Sehingga, wisatawan juga butuh kepastian tarif. Jangan sampai ada perbedaan antara informasi yang diterima dengan kenyataan di lapangan.

Sekitar 7 unit speedboat dengan dukungan mesin bervariasi setiap hari standby di dermaga speedboat, Jalan Pulau Derawan, Tanjung Redeb. Trayek yang disiapkan adalah Tanjung Redeb menuju Pulau Maratua, tanpa harus mampir di Pulau Derawan. Tarifnya pun oleh para operator speedboat ditetapkan sebesar Rp 250 ribu sekali perjalanan. Ini pilihan angkutan menuju Pulau Maratua.
Ada juga yang memilih berangkat melalui pelabuhan Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, dengan terlebih dahulu melalui perjalanan selama 2 jam dengan speedboat dari Tanjung Batu. Pilihan ini, diakui cukup melelahkan bagi wisatawan, namun tak ada pilihan lain.
Sementara untuk pesawat terbang setiap hari Rabu, kapasitas tempat duduk pun masih terbatas. Untuk yang ke wilayah pesisir, khususnya yang ingin menghabiskan tahun baru sambil menikmati udara pantai Bidukbiduk dan keindahan pulau Kaniungan serta onjek wisata Labuan Cermin yang dikenal dua rasa, maupun Telaga Biru di Batu Putih, harus melalui jalur darat. Baik dari Tanjung Redeb maupun wisatawan yang melakukan perjalanan darat dari Samarinda melalui Sangatta, Kutai Timur.
Untuk wilayah pesisir, yang jadi keluhan adalah kondisi jalan yang rusak parah, sehingga jarak tempuh perjalanan lebih dari 6 jam. Terlepas dari kondisi tersebut, bahwa siapapun yang terlibat dalam kegiatan wisata, diharapkan memberikan perhatian khusus terkait kenyamanan dan keselamatan penumpang.
Kondisi angkutan, ketegasan untuk tidak mengangkut melebihi kapasitas adalah hal yang sangat penting. Wisatawan juga demikian, harus mempersiapkan diri dengan baik. Kegiatan penyelaman hanya bagi mereka yang telah bersertifikat, dan menjadi kewajiban bagi para guide untuk melakukan pengawasan ketat demi keselamatan wisatawan.
Khusus di Pulau Kakaban, wisatawan yang datang harus menahan diri dan tidak berjejal.  Sebab kapasitas dermaganya pun masih terbatas. Kepala Disbudpar Berau Mappasikra mengimbau sebaiknya menunggu hingga pengunjung berkurang dan tidak berlama-lama menyelam bersama ubur-ubur. Yang penting, kata dia, tidak menggunakan fin baik wisatawan maupun guide serta tidak menggunakan sunblock sebelum menyelam di danau Kakaban.
Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), menjadi hal penting. Pasokan ini perlu terus dijaga, sebab speedboat sangat terbatas cadangan BBM, apabila wisatawan ingin berkeliling pulau. Karena itu, perlu dievaluasi pasokan yang dibutuhkan operator speedboat. Jangan sampai ada persoalan teknis yang terjadi di laut selama perjalanan, sedangkan pendukung bahan bakarnya tidak cukup. Kabarnya, speedboat hanya diberi jatah 30 liter, padahal yang dibutuhkan lebih dari 100 liter setiap perjalanan. Terpaksa motoris speedboat pun membeli BBM eceran dengan harga lebih mahal.
“Selamat datang di Berau. Selamat menikmati hari-hari menyenangkan menjelang pergantian tahun,” ujar Mappasikra.
Dengan begitu, angka kunjungan wisatawan pun terus meningkat signifikan. Para petugas di objek wisata juga harus terus memberikan pencerahan terkait sampah yang dipastikan akan meningkat jumlahnya di musim liburan akhir tahun nanti.(hms)
Disdik Siap Tindaklanjuti Gagasan Sekolah Alam

Posted by On Desember 30, 2017


Disdik Berau siap menindaklanjuti gagasan pembentukan Sekolah Alam di Berau, dalam waktu dekat.
Setelah melakukan pertemuan dengan Lendo Novo dalam rencana membentuk Sekolah Alam, Dinas Pendidikan (Disdik) Berau segera menindaklanjutinya. Langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah mengunjungi Sekolah Alam di Bogor, serta mengkaji aturan-aturan yang ada di dalamnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Berau, Didi Rahmadi mengatakan ada beberapa hal yang harus dipenuhi terlebih dahulu dalam pembentukan Sekolah Alam tersebut. Salah satunya aturan di dalamnya karena target akhir dalam jenjang pendidikan ini adalah pelaksanaan ujian, rapor dan tardaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Apakah ini nantinya ada juga dalam Sekolah Alam, kita masih mengkaji lagi. Kita juga akan berkunjung ke Sekolah Alam nantinya untuk melihat pola-pola yang diterapkan dan bagaimana peraturannya,” ujar Didi didamping Kepala Bidang P2TK, Suprapto.
Dalam pelaksanaannya, lanjut dia, Sekolah Alam ini lebih fokus pada empat bidang dasar, pembinaan akhlak, logika, kepemimpinan, dan bisnis. Tentu dalam pembelajaran ini, tenaga pengajar juga tidak seperti guru-guru lainnya. Hal ini juga yang akan dikaji oleh pihaknya untuk pemenuhan tenaga pengajarnya.
“Kita lihat dulu aturannya seperti apa, kemudian kita padukan dengan aturan pemerintah,” katanya.
Tujuan dari pembentukan Sekolah Alam ini,0 kata Didi, untuk menghidari putusnya jenjang pendidikan khususnya bagi daerah yang belum memiliki sekolah. Dicontohkannya, seperti di Balikukup, belum adanya SMP membuat sebagian besar anak-anak di sana tidak melanjutkan pendidikan.
“Kalau ada Sekolah Alam nantinya mereka bisa tetap melanjutkan pendidikan, tanpa harus meninggalkan kampungnya. Tujuannya adalah kelanjutan jenjang pendidikan meskipun cara pembelajarannya berbeda,” jelas Didi.
Sebelumnya, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo berencana membentuk Sekolah Alam di Berau. Hal itu setelah ia bertemu dengan Lendo Novo, penggagas Sekolah Alam pertama kali di Bandung, Jawa Barat.
Sekolah Alam merupakan konsep pendidikan yang digagas Lendo Novo berdasarkan keprihatinannya terhadap biaya pendidikan yang semakin tidak terjangkau oleh masyarakat kecil. Ide membangun Sekolah Alam agar membuat sekolah dengan kualitas sangat tinggi, tetapi dengan harga terjangkau.
Rencananya, Sekolah Alam ingin diwujudkan pada tahun ajaran 2018-2019. Konsep Sekolah Alam, menurut wabup, tak jauh berbeda dengan Home Schooling. Proses belajar mengajar lebih dilakukan di ruang terbuka. Bahkan, konsep ini diakui lebih bagus kualitasnya.
Di Kabupaten Berau, rencananya Sekolah Alam yang digagas setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pasalnya, yang jadi permasalahan di perkampungan belum meratanya keberadaan SMP. Lain halnya dengan tingkat Sekolah Dasar (SD) yang rata-rata di setiap kampung sudah tersedia.
Dengan keberadaan Sekolah Alam, Wabup Agus berharap anak-anak di kampung tidak ada yang putus sekolah atau hanya menyelesaikan pendidikan di tingkat dasar saja. Terkait pembiayaan, Pemkab Berau akan mengupayakan membantu mencarikan anggaran, salah satunya dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Berau.(hms5)
Sejuta Daya Tarik Wisata Berau Menanti

Posted by On Desember 30, 2017

Objek wisata sekelas Ancol, Jakarta, juga harus terus melakukan berbagai inovasi, termasuk menempatkan sejumlah suguhan unik dan menarik.
Ada saja hal baru yang bisa disaksikan di sejumlah lokasi yang ada dalam kawasan Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) Jakarta. Ini merupakan tuntutan pengunjung. Terutama inovasi kekinian. Dan, bila itu diterapkan di Kabupaten Berau, diyakini akan memberikan hiburan memuaskan bagi wisatawan.
=========
KOMPLEKS wahana Sea World, sengaja ditata dalam nuansa redup. Maksudnya tidak lain, agar pengunjung tak ada hentinya bisa lebih fokus melihat pemandangan bawah laut tersebut. Lorong kecil yang membawa seolah pengunjung ada di dasar laut, tak perlu melangkah. Ada sisi yang dibuat konstruksi ban berjalan, ada pula lantai permanen. Cukup hanya memutar pandangan melihat biota laut yang bergerak dengan jarak yang sangat dekat.
Akuarium raksasa ini bila melihat jenis ikan yang ada, belumlah terwakili seluruh kehidupan bawah laut. Termasuk biota laut yang ada di Berau. Ada akuarium yang didominasi ikan Putih berukuran kecil hingga sedang, ada pula akuarium khusus berisi ikan Hiu. Dan, pada jam tertentu, ada pertunjukan dua orang penyelam yang bermain di antara biota dalam akuarium tersebut.
Pada bagian lain, beberapa akuarium yang diperkuat dengan pencahayaan cukup terang, beberapa jenis ubur-ubur yang sengaja disimpan. Ini juga bagian dari pembelajaran bagi pengunjung. Namun, ketika Wabup Berau Agus Tantomo bersama Dirut Taman Impian Jaya Ancol, C Paul Tehusijirana berkunjung ke tempat itu, tak melihat ubur- ubur yang jenisnya sama dengan yang ada di Pulau Kakaban. “Kalau yang di Kakaban tidak menyengat bahkan bisa menyelam bersama,” kata Agus.
Jenis ubur-ubur di Pulau Kakaban itulah yang diharapkan dapat menghiasi “Berau Corner” kelak setelah semua persiapan telah selesai. Ada juga jenis Penyu Hijau berukuran sedang yang menarik perhatian ribuan pengunjung yang masuk di arena Sea World tersebut. Memang hanya terlihat satu ekor. “Kita bisa lengkapi menjadi beberapa ekor, jenis Penyu Hijau maupun Penyu Sisik,” ungkap Agus Tantomo.
Ada pemandangan yang bila sepintas tidaklah menarik perhatian. Namun, ketika dicermati bisa saja ide itu diterapkan di lokasi daya tarik wisata di Kabupaten Berau.  Sebuah mobil berukuran kecil serta bangunan ruang telepon umum. Keberadaan dua objek tersebut ternyata juga sebagai bagian dari wahana bawah laut.
Mobil maupun tempat telepon umum, ternyata difungsikan sebagai akuarium yang di dalamnya berisi ikan berukuran kecil. “Menarik bila kita buat di Berau, di daerah tujuan wisata,” ungkap wabup lagi.
Kunjungan selama hampir 3 jam dengan melihat beberapa titik di kompleks Ancol yang luasnya sekitar 147 hektare itu, tidak semua dikunjungi oleh wabup bersama manajemen PT Jaya Ancol. Sebab yang direncanakan, bagaimana menghadirkan Berau dan bisa disaksikan sekitar 14 juta lebih pengunjung Taman Impian Jaya Ancol setiap tahun.
Dan ketika “Berau Corner” benar-benar terwujud, ini akan menjadi ajang promosi yang luar biasa. Orang tentu ingin melihat bagaimana keindahan bawah laut, serta keanekaragaman biota laut yang ada dan menghuni bawa laut Kabupaten Berau.
Masih harus menunggu bentuk kerja sama maupun penyiapan wahana yang sepenuhnya akan dibangun manajemen PT Jaya Ancol. Sebab, ditempat ini, juga harus ada sesuatu yang baru, melengkapi wahana yang sudah ada dan cukup dikenal masyarakat selama ini.
Bila nanti, ada akuarium raksasa dan di tempatkan Whale Shark ataupun Penyu Hijau serta Penyu Sisik, miniatur terumbu karang, dan banyak lagi yang bisa ditonton, maka orang akan semakin banyak mengenal daerah tujuan wisata di daerah ini.
“Kita masih harus menunggu, sebab semua harus dimulai dengan sebuah perjanjian, sebuah survei dan semua melalui prosedur persyaratan perizinan,” kata Agus Tantomo. (hms)