Portal Berita Resmi Humas Pemda Berau

Popular Post




Wisata Hutan Mangrove di Tanjung Batu

Posted by On Juni 03, 2015

Foto : Kampung Tanjung Batu di Kecamatan Pulau Derawan ini memiliki hutan mangrove yang potensi sebagai objek wisata.

TANJUNG REDEB. Sebagai pintu gerbang menuju objek wisata Kepulauan Derawan, Kampung Tanjung Batu tidak ingin hanya menjadi daerah transit. Pasalnya ini juga memiliki berbagai objek wisata yang memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya keberadaan hutan mengarove yang masih terjaga dengan cakupan yang cukup luas. Program pengembangan objek wisata mangrove ini pun mulai diwujudkan pemerintah Kampung Tanjung Batu dengan dukungan dari pemerintah kabupaten melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) maupun peran lembaga swasta. Tidak hanya menjadi objek wisata rekreasi, namun hutan mangrove juga menjadi media edukasi.
Kepala Kampung Tanjung Batu, Jorjis, mengatakan wisatawan tidak hanya sekedar lewat, tetapi akan menjadikan Tanjung Batu sebagai salah satu objek wisata yang dituju. “Kebetulan kami didukung pemerintah kabupten ada kerjasama dengan WWF dan kebetulan juga kita sudah melakukan studi banding ke Bali dan Bendul di jawa Timur yang juga punya wisata mangrove,” ungkapnya.
Menurutnya kondisi hutan mangrove di Tanjung Batu jauh lebih baik dibanding beberapa kawasna hutan mangrove yang lebih dulu dijadikan objek wisata. Tidak hanya kesuburan tetapi juga keanekaragaman jenis mangrove yang ada di Tanjung Batu. Saat ini di wilayahnya disebutkan terdapat kurang lebih 10 ribu hektar mangrove yang tersebar memanjang dikawasan pesisir dari melintang dari arah Utara hingga selatan. Luasan ini, menurut Jorjis sudah luas dan layak dijadikan objek wisata hutan mangrove. “Harapan kami dengan dibukanya wisata ini nantinya Tanjung Batu bukan hanya sebagai pintu gerbang wisata bahari, melainkan juga menjadi daerah penyaji wisata penunjang wisata andalan kita seperti Derawan, maratua, Kakaban dan lainnya,” ucapnya.
Mendukung program ini, dikatakan Jorjis sudah disusun perencanaan pengembangan hutan mangrove. Termasuk membangun jalur tracking yang nantinya akan menjadi jalan bagi para wisatawan. Setidaknya sepanjang 4 kilometer jalur tracking yang akan dibangun baik ke sisi selatan maupun sisi utara Kampung Tanjung Batu. Untuk pengelolaan, pihaknya juga menyerahkan kepada Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) bekerja sama dengan lembaga pemerintahan kampung lain.
Kepala Disbudpar Berau, Rohaini memberikan dukungan dalam pengembangan hutan mengrove ni. Menurutnya apa yang diprogramkan pemerintah Kampung Tanjung Batu sangat baik dalam mewujudkan wisata mangrove. Dengan kepedulian mengelola kawasan ini dikatakannya juga akan menjadi perhatian dalam pengelolaan lingkungan, sehingga terwujud wisata yang berkelanjutan. “Kita memberikan dukungan termasuk nanti bersama pemerintah kampung menindaklanjuti apa yang sudah direncanakan,” tandasnya. (hms-zaiwa)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »